Contoh Soal TKA SMP Bahasa Indonesia
Kompetensi L2 · format PG sederhana
Mengelola Sampah dengan Bank Sampah Sekolah
Bank sampah di SMP Bina Mandiri telah beroperasi selama dua tahun. Program ini mendorong seluruh siswa untuk memilah sampah menjadi dua jenis, yaitu organik dan anorganik. Sampah anorganik seperti botol plastik, kertas bekas, dan kaleng dikumpulkan setiap hari Jumat. Petugas yang terdiri atas siswa sendiri bertugas menimbang dan mencatat setoran sampah. Setiap siswa memiliki buku tabungan sampah pribadi. Berat sampah yang disetor dicatat dalam buku tersebut dan dijumlahkan setiap bulan. Setelah terkumpul banyak, sampah anorganik dijual kepada pengepul yang datang ke sekolah. Uang hasil penjualan masuk ke rekening bank sampah sekolah. Dana ini digunakan untuk membiayai kegiatan ekstrakurikuler, perbaikan taman, dan pembelian alat kebersihan. Kepala sekolah menyatakan bahwa program ini mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir hingga 30 persen. Hal ini turut membantu mengurangi beban lingkungan sekitar. Selain itu, siswa belajar disiplin memilah sampah dan memahami nilai ekonomis barang bekas. Guru IPA memanfaatkan kegiatan bank sampah untuk praktik daur ulang. Botol plastik bekas diubah menjadi pot tanaman, sedangkan kertas bekas didaur ulang menjadi kertas daur ulang sederhana. Program ini mendapatkan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup berupa tempat sampah terpilah dan mesin pencacah plastik. Rencana ke depan, sekolah akan mengolah sampah organik menjadi kompos. Kompos itu akan dipakai untuk menyuburkan tanaman di kebun sekolah. Dengan demikian, hampir semua sampah di sekolah dapat termanfaatkan kembali.
Apa yang dapat disimpulkan tentang peran guru IPA dalam program bank sampah?
Mau tahu sejauh mana kesiapan anak Anda?
Rp150.000 sekali bayar, aktif sampai hari-H TKA, termasuk bonus 1 anak.
Daftar & aktifkan →